Siswa Jadi Siap Belajar dengan 10 Tips ini

Mencapai Prestasi Melalui Belajar Yang Efektif: Tips dan Strategi bagi Siswa


Ciri keberhasilan seorang guru salah satunya adalah melihat muridnya mengerti materi yang guru berikan. Cara yang dapat dilakukan agar siswa mudah mengerti pembelajaran yang diberikan guru adalah dengan mengatur agar siswa siap untuk belajar. Istilah ini bisa disebut juga dengan mengorganisir siswa untuk belajar.

Mengorganisir siswa untuk belajar penting dilakukan oleh guru yang salah satu tujuannya agar siswa siap untuk menerima pelajaran dari guru.

Di bawah ini Anda akan mendapatkan 10 tips mengorganisir siswa untuk belajar. Tips ini dapat diterapkan disemua mata pelajaran.

1. Buat instruksi tugas dengan jelas

Mencapai Prestasi Melalui Belajar Yang Efektif: Tips dan Strategi bagi Siswa

Siswa yang tidak terorganisir umumnya akan bertanya “Berapa banyak halaman yang harus dikerjakan?” atau “Dikerjakannya sampai mana?” atau “Mana saja yang harus dikerjakan?”.

Buatlah instruksi dengan jelas sesuai dengan tujuan pembuatan tugas atau sesuai materi yang telah dipelajari.

Dengan begitu, siswa akan paham dengan instruksi yang diperintahkan. Siswa tidak akan banyak bertanya hal-hal teknis dan akan langsung mengejarkan tugas yang ada dihadapannya.

2. Siapkan alat tulis dari awal

Jangan sampai instruksi atau pembelajaran dimulai oleh guru sedangkan siswa masih fokus mencari pensil atau pena mereka.

Sebagian guru mungkin meremehkan hal ini, padahal hal sekecil ini dapat mencerminkan kesiapan mereka untuk belajar.

Jika bembelajaran berupa praktik mengoperasikan komputer atau kuis yang dilakukan menggunakan PC/Laptop/Smartphone, instruksikan siswa untuk membuka halaman awal atau tampilan awal layar. Hal ini juga dapat digunakan oleh guru untuk mengecek kejujuran siswa dalam mengerjakan kuis yang diberikan.

3. Bantu siswa menjadi seorang yang bertanggung jawab

Latih siswa agar mempunyai sifat bertanggung jawab terhadap hal-hal yang mereka kerjakan. Dalam hal ini guru bisa memberikan instruksi-indstruksi untuk melatih siswa bersikap tanggung jawab dengan pekerjaannya.

4. Batasi waktu penugasan

Terutama tugas proyek yang memerlukan waktu cukup panjang, beritahu siswa tenggat waktu untuk mereka menyelesaikan tugas yang diberikan. Memberitahu tenggat waktu di akhir pengumpulan akan membebani siswa, lebih parahnya siswa menjadi berorientasi pada selesai tidaknya tugas, bukan kepada kualitas atau hasil yang diharapkan dari diberikannya tugas tersebut

5. Gunakan teknik motivasi

Apa maksudnya? Hubungkan setiap pembelajaran atau penugas dengan manfaat yang akan mereka dapatkan dari menyelesaikan tugas tersebut.

Siswa akan lebih semangat dan antusias apabila mereka mengetahui bahwa dengan mereka menguasai pembelajaran dan menyelesaikan tugas, akan sangat bermanfaat dan membantu dikehidupan mereka nantinya.

6. Kenali siswa proyek jangka panjang dan beri jeda waktu

Maksudnya adalah dalam penugasan yang membutuhkan beberapa minggu atau bulan, beri jeda waktu tiap tahapannya untuk dilaporkan kepada guru dan bisa dikontrol oleh guru.

Misalnya penugasan membuat suatu karya yang membutuhkan waktu 3 minggu. Instruksikan minggu pertama agar siswa melaporkan kerangka awal karya mereka. Diminggu kedua siswa melaporkan proses pengerjaan dan konsultasi mengenai kendala mereka dan lain sebagainya. Minggu ketiga revisi atau pengumpulan tugas.

Begitupun penugasan makalah atau sejenisnya. Beri waktu siswa agar mereka dapat mengevaluasi pekerjaan awal mereka kepada guru. Misalkan hari pertama pendahuluan, minggu kedua rumusan masalah, dan begitu seterusnya.

7. Selalu beritahu orang tua/wali murid

Ini merupakan tantangan untuk sebagian sekolah atau instansi yang belum terbiasa berkolaborasi dengan orang tua/ wali murid.

Idealnya, beritahu orang tua setiap kali ada penugasan dari guru. Tidak hanya itu, bila perlu beritahu hasil belajar siswa kepada tiap orang tua sebagai laporan sekaliagus evaluasi untuk pembelajaran selanjutnya.

8. Buatlah kelompok diskusi

Buatlah kelompok secara heterogen antara siswa yang unggul dengan yang tidak unggul. Beri mereka ruang untuk saling bertanya dan berdiskusi perihal pelajaran.

Guru secara berkala memantau perkembangan dan interaksi tiap kelompok siswa sebagai evaluasi instruksional guru, apakah sesuai dengan rancangan pembelajaran atau tidak, dan seterusnya.

9. Tunjukkan kepada siswa cara menyusun pekerjaan rumah

Salah satu hal sering dilewatkan oleh guru untuk dibelajarkan kepada siswa adalah bagaimana cara untuk mengatur dan menyusun pekerjaan rumah/tugas.

Setelah memberitahu siswa, mintalah tiap siswa untuk mengumpulkan rencana pekerjaan mereka nantinya yang akan mereka kerjakan di rumah, termasuk berapa lama waktu yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tersebut.

Cara ini dapat membantu melatih siswa mengatur pekerjaan mereka sehingga waktu yang mereka korbankan lebih efektif dan lebih efisien.

10. Bantu siswa memvisualisasikan

Setelah pembelajaran selesai, tugaskan kepada siswa untuk membuat peta konsep dari pembelajaran yang telah disampaikan. Peta konsep dapat digunakan sebagai alat untuk mengkur hasil belajar siswa.

Siswa yang mengerti apa yang telah mereka pelajari akan dengan mudah membuat peta konsep. Yang ditekankan adalah kesesuaian tiap topik dengan proposisi peta konsep tersebut.

Dalam hal penugasan, guru juga bisa menginstruksikan siswa agar membuat visualisasi dari tugas-tugas yang harus dikerjakan dalam satu lembar kertas A4.

Siswa membagi tiap pekerjaan dari segi estimasi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas tersebut. Tiap tugas tentu memiliki waktu pengerjaan yang berbeda-beda.

Terakhir jangan paksa siswa harus mampu mengorganisasi semua. Mengapa? Pertama jika ditinjau dari sisi kecerdasan manusia yang berbeda-beda terdapat salah satu tipe manusia yang tidak ahli untuk mengorganisasikan sesuatu (tidak tertarik dengan hal tersebut). Kedua, kalaupun emang bisa, tidak semua siswa dapat menerima membelajaran dengan satu kali instruksi.

 Source: Todd Finley


LihatTutupKomentar