Ciri keberhasilan seorang guru salah satunya adalah melihat
muridnya mengerti materi yang guru berikan. Cara yang dapat dilakukan agar
siswa mudah mengerti pembelajaran yang diberikan guru adalah dengan mengatur
agar siswa siap untuk belajar. Istilah ini bisa disebut juga dengan
mengorganisir siswa untuk belajar.
Mengorganisir siswa untuk belajar penting dilakukan oleh
guru yang salah satu tujuannya agar siswa siap untuk menerima pelajaran dari
guru.
Di bawah ini Anda akan mendapatkan 10 tips mengorganisir
siswa untuk belajar. Tips ini dapat diterapkan disemua mata pelajaran.
1. Buat instruksi tugas dengan jelas
Siswa yang tidak terorganisir umumnya akan bertanya “Berapa banyak halaman yang harus dikerjakan?” atau “Dikerjakannya sampai mana?” atau “Mana saja yang harus dikerjakan?”.
Buatlah instruksi dengan jelas sesuai dengan tujuan
pembuatan tugas atau sesuai materi yang telah dipelajari.
Dengan begitu, siswa akan paham dengan instruksi yang
diperintahkan. Siswa tidak akan banyak bertanya hal-hal teknis dan akan
langsung mengejarkan tugas yang ada dihadapannya.
2. Siapkan alat tulis dari awal
Jangan sampai instruksi atau pembelajaran dimulai oleh guru
sedangkan siswa masih fokus mencari pensil atau pena mereka.
Sebagian guru mungkin meremehkan hal ini, padahal hal
sekecil ini dapat mencerminkan kesiapan mereka untuk belajar.
Jika bembelajaran berupa praktik mengoperasikan komputer
atau kuis yang dilakukan menggunakan PC/Laptop/Smartphone, instruksikan siswa
untuk membuka halaman awal atau tampilan awal layar. Hal ini juga dapat
digunakan oleh guru untuk mengecek kejujuran siswa dalam mengerjakan kuis yang
diberikan.
3. Bantu siswa menjadi seorang yang bertanggung jawab
Latih siswa agar mempunyai sifat bertanggung jawab terhadap
hal-hal yang mereka kerjakan. Dalam hal ini guru bisa memberikan
instruksi-indstruksi untuk melatih siswa bersikap tanggung jawab dengan
pekerjaannya.
4. Batasi waktu penugasan
Terutama tugas proyek yang memerlukan waktu cukup panjang,
beritahu siswa tenggat waktu untuk mereka menyelesaikan tugas yang diberikan. Memberitahu
tenggat waktu di akhir pengumpulan akan membebani siswa, lebih parahnya siswa
menjadi berorientasi pada selesai tidaknya tugas, bukan kepada kualitas atau
hasil yang diharapkan dari diberikannya tugas tersebut
5. Gunakan teknik motivasi
Apa maksudnya? Hubungkan setiap pembelajaran atau penugas
dengan manfaat yang akan mereka dapatkan dari menyelesaikan tugas tersebut.
Siswa akan lebih semangat dan antusias apabila mereka mengetahui
bahwa dengan mereka menguasai pembelajaran dan menyelesaikan tugas, akan sangat
bermanfaat dan membantu dikehidupan mereka nantinya.
6. Kenali siswa proyek jangka panjang dan beri jeda waktu
Maksudnya adalah dalam penugasan yang membutuhkan beberapa
minggu atau bulan, beri jeda waktu tiap tahapannya untuk dilaporkan kepada guru
dan bisa dikontrol oleh guru.
Misalnya penugasan membuat suatu karya yang membutuhkan
waktu 3 minggu. Instruksikan minggu pertama agar siswa melaporkan kerangka awal
karya mereka. Diminggu kedua siswa melaporkan proses pengerjaan dan konsultasi
mengenai kendala mereka dan lain sebagainya. Minggu ketiga revisi atau
pengumpulan tugas.
Begitupun penugasan makalah atau sejenisnya. Beri waktu
siswa agar mereka dapat mengevaluasi pekerjaan awal mereka kepada guru. Misalkan
hari pertama pendahuluan, minggu kedua rumusan masalah, dan begitu seterusnya.
7. Selalu beritahu orang tua/wali murid
Ini merupakan tantangan untuk sebagian sekolah atau instansi
yang belum terbiasa berkolaborasi dengan orang tua/ wali murid.
Idealnya, beritahu orang tua setiap kali ada penugasan dari
guru. Tidak hanya itu, bila perlu beritahu hasil belajar siswa kepada tiap
orang tua sebagai laporan sekaliagus evaluasi untuk pembelajaran selanjutnya.
8. Buatlah kelompok diskusi
Buatlah kelompok secara heterogen antara siswa yang unggul
dengan yang tidak unggul. Beri mereka ruang untuk saling bertanya dan
berdiskusi perihal pelajaran.
Guru secara berkala memantau perkembangan dan interaksi tiap
kelompok siswa sebagai evaluasi instruksional guru, apakah sesuai dengan
rancangan pembelajaran atau tidak, dan seterusnya.
9. Tunjukkan kepada siswa cara menyusun pekerjaan rumah
Salah satu hal sering dilewatkan oleh guru untuk
dibelajarkan kepada siswa adalah bagaimana cara untuk mengatur dan menyusun
pekerjaan rumah/tugas.
Setelah memberitahu siswa, mintalah tiap siswa untuk
mengumpulkan rencana pekerjaan mereka nantinya yang akan mereka kerjakan di
rumah, termasuk berapa lama waktu yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan
pekerjaan rumah tersebut.
Cara ini dapat membantu melatih siswa mengatur pekerjaan
mereka sehingga waktu yang mereka korbankan lebih efektif dan lebih efisien.
10. Bantu siswa memvisualisasikan
Setelah pembelajaran selesai, tugaskan kepada siswa untuk
membuat peta konsep dari pembelajaran yang telah disampaikan. Peta konsep dapat
digunakan sebagai alat untuk mengkur hasil belajar siswa.
Siswa yang mengerti apa yang telah mereka pelajari akan
dengan mudah membuat peta konsep. Yang ditekankan adalah kesesuaian tiap topik
dengan proposisi peta konsep tersebut.
Dalam hal penugasan, guru juga bisa menginstruksikan siswa
agar membuat visualisasi dari tugas-tugas yang harus dikerjakan dalam satu
lembar kertas A4.
Siswa membagi tiap pekerjaan dari segi estimasi waktu yang
dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas tersebut. Tiap tugas tentu memiliki waktu
pengerjaan yang berbeda-beda.
Terakhir jangan paksa siswa harus mampu mengorganisasi
semua. Mengapa? Pertama jika ditinjau dari sisi kecerdasan manusia yang
berbeda-beda terdapat salah satu tipe manusia yang tidak ahli untuk
mengorganisasikan sesuatu (tidak tertarik dengan hal tersebut). Kedua, kalaupun
emang bisa, tidak semua siswa dapat menerima membelajaran dengan satu kali
instruksi.
