9 Tips Mengasuh Anak dengan Baik dari Rumah
Kenali 9 tips mengasuh anak dengan Baik dari Rumah berikut ini.
Kenali Anak Anda
Setiap anak
mempunyai kecerdasan yang berbeda-beda. Sebagaimana yang dikutip dalam
"Klikdokter" yang mengatakan bahwa Howard Gardner, seorang psikolog
dari Harvard University, menulis dalam bukunya "Frames of the Mind: The
Theory of Multiple Intelligences". Howard mengungkapkan bahwa banyak jenis
kecerdasan manusia yang unik dan mungkin tidak semua bisa memilikinya, misalnya
kecerdasan bermusik, kecerdasan olahraga, dan berbagai jenis kecerdasan
lainnya.
Setiap anak
adalah kombinasi unik dari kekuatan dan tantangan. Cobalah untuk menyesuaikan
respons Anda agar sesuai dengan anak Anda.
Ingat, Anda adalah Panutan
Berusaha
menjadi orang tua yang dikagumi oleh anak. Jadilah pahlawan bagi mereka sesuai
dengan kemampuan Anda.
Jadilah orang tua yang menarik bagi anak Anda sehingga
mereka kelak ingin menjadi orang tua seperti Anda. Jika Anda selalu stres,
cemberut, atau rewel, mereka kelak tidak akan terinspirasi untuk menjadi orang
tua seperti Anda.
Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri
Luangkan waktu
untuk diri sendiri tanpa rasa bersalah. Anda perlu waktu sendiri untuk mengisi
kembali energi. Manjakan diri Anda sehinggal Anda merasa bahagia dan energi
Anda terisi kembali. Setiap anak membutuhkan orang tua yang bahagia seperti
Anda.
Bantu Bayi Anda Tertidur Sendiri
Beri mereka
makan di awal rutinitas waktu tidur Anda. Setelah mandi, bacakan beberapa buku,
dan peluklah anak Anda atas dasar kasih sayang, taruh mereka saat mengantuk
tapi masih terjaga. Jika Anda memberi makan atau mengayun-ayunkan mereka untuk
tidur, mereka akan selalu membutuhkan bantuan Anda untuk tertidur.
Minta Maaf itu Keren
Jika Anda
melakukan kesalahan dengan anak Anda (atau pasangan Anda), minta maaflah dan
akui kesalahan Anda. Ini akan mengajari anak-anak Anda bahwa tidak apa-apa
membuat kesalahan selama Anda mengakuinya dan meminta maaf.
Ingatlah, anda
adalah figur bagi anak Anda. Apa yang anda lakukan akan ditiru dan diikuti oleh
anak Anda. Oleh karenanya jadilah figur yang baik bagi anak Anda.
Beri Diri Anda Waktu Istirahat
Saat Anda
merasa marah, Anda cenderung tidak menanggapi anak Anda dengan cara yang membantu.
Anda tidak harus bereaksi secara instan. Beristirahat sejenak yang mana hal itu
akan membantu Anda untuk tenang dan memikirkan semuanya dengan kepala dingin.
Anda bukanlah
robot yang tinggal mengganti baterai kemudian bisa digunakan kembali dengan
energi penuh.
Jangan pernah
hiraukan rasa lelah yang Anda rasakan. Fisik anda butuh istirahat, dan pikiran
Anda pun membutuhkan istirahat.
Jauhkan HP Anda
Saat Anda
bersama anak-anak Anda, jauhkan HP Anda. Manfaatkan waktu bersama anak Anda. Ajak
anak Anda bermain, bercerita, dan fokuslah terhadap anak Anda.
Pada saat-saat
tertentu, HP/Smartphone tidaklah membantu. Justru kebalikannya, malah bisa
smartphone dalam menimbulkan masalah bagi Anda, termasuk menjadikan waktu Anda
dengan sang anak menjadi terganggu dan tidak berkualitas. Satu hal yang perlu
diketahui, mereka tahu saat Anda tidak memperhatikan mereka.
Jadilah orang tua, bukan teman
Maksud orang
tau menjadi teman bagi anak bukan berarti mengganti karakter orang tua dengan
karakter seorang teman.
Orang tau
tetaplah orang tua, yang mana ia memperhatikan anaknya lebih dari siapapun, ia
memperdulikan anaknya lebih dari siapapun, dan ia berusaha menjaga perkataan
dan tingkah lakunya agar anaknya menjadi orang baik dan dapat meniru perbuatan
baik Anda.
Tugas Anda
sebagai orang tua bukanlah menjadi populer. Anak-anak Anda mungkin tidak selalu
menyukai Anda saat ini. Tapi jauh di lubuk hati mereka akan selalu mencintai
orang tuanya karena mereka menetapkan ekspektasi yang jelas.
Tetap Konsisten dengan Aturan Anda
Konsistenlah dengan
aturan yang Anda buat di rumah, atau terhadap anak Anda. Yang mengetahui sifat
anak Anda adalah orang tuanya. Buatlah aturan yang dapat membantu dan membekali
anak menghadapi rintangan dan hambatan yang meraka akan jumpai dan menuntut dia
menghadapi rintangan tersebut.
Dengan aturan
yang dilakukan dengan konsisten diharapkan dapat membentuk sikap anak menjadi
lebih disiplin dan teratur.
Hanya saja pertama-tama,
pastikan aturan yang buat adalah adil. Baik bagi anak maupun bagi orangtua.
Source:
parents.com