9 Tips Mengasuh Anak dengan Baik dari Rumah

 9 Tips Mengasuh Anak dengan Baik dari Rumah

Photo by yuri tasso - Unplash.com


Kenali 9 tips mengasuh anak dengan Baik dari Rumah berikut ini.

Kenali Anak Anda

Setiap anak mempunyai kecerdasan yang berbeda-beda. Sebagaimana yang dikutip dalam "Klikdokter" yang mengatakan bahwa Howard Gardner, seorang psikolog dari Harvard University, menulis dalam bukunya "Frames of the Mind: The Theory of Multiple Intelligences". Howard mengungkapkan bahwa banyak jenis kecerdasan manusia yang unik dan mungkin tidak semua bisa memilikinya, misalnya kecerdasan bermusik, kecerdasan olahraga, dan berbagai jenis kecerdasan lainnya.

Setiap anak adalah kombinasi unik dari kekuatan dan tantangan. Cobalah untuk menyesuaikan respons Anda agar sesuai dengan anak Anda.

Ingat, Anda adalah Panutan

Berusaha menjadi orang tua yang dikagumi oleh anak. Jadilah pahlawan bagi mereka sesuai dengan kemampuan Anda.

Jadilah  orang tua yang menarik bagi anak Anda sehingga mereka kelak ingin menjadi orang tua seperti Anda. Jika Anda selalu stres, cemberut, atau rewel, mereka kelak tidak akan terinspirasi untuk menjadi orang tua seperti Anda.

Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Luangkan waktu untuk diri sendiri tanpa rasa bersalah. Anda perlu waktu sendiri untuk mengisi kembali energi. Manjakan diri Anda sehinggal Anda merasa bahagia dan energi Anda terisi kembali. Setiap anak membutuhkan orang tua yang bahagia seperti Anda.

Bantu Bayi Anda Tertidur Sendiri

Beri mereka makan di awal rutinitas waktu tidur Anda. Setelah mandi, bacakan beberapa buku, dan peluklah anak Anda atas dasar kasih sayang, taruh mereka saat mengantuk tapi masih terjaga. Jika Anda memberi makan atau mengayun-ayunkan mereka untuk tidur, mereka akan selalu membutuhkan bantuan Anda untuk tertidur.

Minta Maaf itu Keren

Jika Anda melakukan kesalahan dengan anak Anda (atau pasangan Anda), minta maaflah dan akui kesalahan Anda. Ini akan mengajari anak-anak Anda bahwa tidak apa-apa membuat kesalahan selama Anda mengakuinya dan meminta maaf.

Ingatlah, anda adalah figur bagi anak Anda. Apa yang anda lakukan akan ditiru dan diikuti oleh anak Anda. Oleh karenanya jadilah figur yang baik bagi anak Anda.

Beri Diri Anda Waktu Istirahat

Saat Anda merasa marah, Anda cenderung tidak menanggapi anak Anda dengan cara yang membantu. Anda tidak harus bereaksi secara instan. Beristirahat sejenak yang mana hal itu akan membantu Anda untuk tenang dan memikirkan semuanya dengan kepala dingin.

Anda bukanlah robot yang tinggal mengganti baterai kemudian bisa digunakan kembali dengan energi penuh.

Jangan pernah hiraukan rasa lelah yang Anda rasakan. Fisik anda butuh istirahat, dan pikiran Anda pun membutuhkan istirahat.

Jauhkan HP Anda

Saat Anda bersama anak-anak Anda, jauhkan HP Anda. Manfaatkan waktu bersama anak Anda. Ajak anak Anda bermain, bercerita, dan fokuslah terhadap anak Anda.

Pada saat-saat tertentu, HP/Smartphone tidaklah membantu. Justru kebalikannya, malah bisa smartphone dalam menimbulkan masalah bagi Anda, termasuk menjadikan waktu Anda dengan sang anak menjadi terganggu dan tidak berkualitas. Satu hal yang perlu diketahui, mereka tahu saat Anda tidak memperhatikan mereka.

Jadilah orang tua, bukan teman

Maksud orang tau menjadi teman bagi anak bukan berarti mengganti karakter orang tua dengan karakter seorang teman.

Orang tau tetaplah orang tua, yang mana ia memperhatikan anaknya lebih dari siapapun, ia memperdulikan anaknya lebih dari siapapun, dan ia berusaha menjaga perkataan dan tingkah lakunya agar anaknya menjadi orang baik dan dapat meniru perbuatan baik Anda.

Tugas Anda sebagai orang tua bukanlah menjadi populer. Anak-anak Anda mungkin tidak selalu menyukai Anda saat ini. Tapi jauh di lubuk hati mereka akan selalu mencintai orang tuanya karena mereka menetapkan ekspektasi yang jelas.

Tetap Konsisten dengan Aturan Anda

Konsistenlah dengan aturan yang Anda buat di rumah, atau terhadap anak Anda. Yang mengetahui sifat anak Anda adalah orang tuanya. Buatlah aturan yang dapat membantu dan membekali anak menghadapi rintangan dan hambatan yang meraka akan jumpai dan menuntut dia menghadapi rintangan tersebut.

Dengan aturan yang dilakukan dengan konsisten diharapkan dapat membentuk sikap anak menjadi lebih disiplin dan teratur.

Hanya saja pertama-tama, pastikan aturan yang buat adalah adil. Baik bagi anak maupun bagi orangtua.

 

Source: parents.com

 

LihatTutupKomentar