6 CARA MEMULAI PEMBELAJARAN DI KELAS
| Source: https://www.123rf.com/stock-photo/young_teacher.html |
Cara memulai pembelajaran di kelas – Tidak sedikit pengajar atau guru yang baru terjun ke dunia pendidikan bingung dan tidak tahu bagaimana cara memulai pembelajaran di kelas.
Banyak cara yang dapat dicoba, dan
penulis yakin tiap pengajar mempunyai caranya masing-masing.
So, ini dia tips cara memulai
pembelajaran di kelas menurut penulis.
1. 1. Niat dalam hati “saya pasti bisa”
| Source: http://sunnahinaction.weebly.com/week-9-renew-your-intentions.html |
Niat sangatlah
penting dalam kita melakukan atau bertindak sesuatu. Segala perbuatan
tergantung pada niatnya, dan apa yang akan kita peroleh hasilnya nanti
tergantung pada apa yang kita niatkan.
Pastikan dalam
hati kita bahwa tujuan kita mengajar adalah untuk mengabdi, berbagi ilmu,
dengan harapan ilmu yang kita ajarkan bermanfaat nantinya baik untuk diri kita
sendiri maupun untuk orang lain dan lingkungan kita.
Dalam islam
sendiri niat sangatlah diperhitungkan. Dengan niat seseorang bisa memperoleh
kebaikan, dan dengan niat pula seseorang mendapatkan kesengsaraan baik di dunia
maupun di alam setelahnya.
Karena hal
tersebut, niat menjadi variabel yang penting dalam memulai pembelajar di kelas.
2. 2. Penuh senyum dan sikap antusias
| Source: https://www.detik.com/edu/sekolah/d-5702725/sekolah-diimbau-bentuk-satgas-covid-19-saat-ptm-berjalan |
Salah satu
penilaian peserta didik atau siswa terhadap gurunya yaitu dilihat dari raut
wajahnya, apakah ceria, penuh senyum, dan sebagainya. Apalagi dalam memulai
pembelajaran, wajah yang ceria dengan penuh senyum menjadi nilai plus sekaligus
first impression yang baik bagi
peserta didik terhadap guru barunya.
Antusias seorang
guru atau pendidik terkadang mempengaruhi kualitas materi yang diajarkan.
Antusias bukan
berarti seorang guru menambah kuantitas (topik) materi yang akan diajarkan, atau
bahkan menambah waktu pengajaran tersebut.
Sikap ini dapat
menambah tingkat pokok guru dan juga mood guru dalam menyampaikan hal-hal yang
perlu disampaikan.
3. 3. Percaya diri. Gugup, panik adalah hal yang wajar
| Source: https://www.churchofjesuschrist.org/media-library/images/african-man-teaching-class-1130732?lang=eng |
Seorang sales atau
agen dalam menghadapi satu orang calon konsumennya tentu merasakan yang namanya
gugup atau bahkan panik, bahkan seorang yang dikatakan senio terkadang
mengalami hal yang sama.
Apalagi seorang
guru yang menghadapi banyak orang (siswa), puluhan orang terfokus kepada
dirinya – tentu sangatlah wajar apabila merasa gugup dan sedikit panik.
Seiring
berjalannya waktu, dengan pengalaman yang terus-menerus diasah dan dikembangkan
akan menjadikan seorang guru terbiasa dengan puluhan pasang mata yang fokus kepada
dirinya.
Percaya kepada
diri sendiri menjadi salah satu kunci kita meminimalisir rasa gugup yang
apabila dibiarkan akan menimbulkan kepanikan.
Dan apabila hal
itu terjadi, kondisi kelas menjadi tidak teratur, dan lebih parahnya lagi guru
tersebut menjadi bulan-bulanan siswanya.
4. 4. Perkenalan Diri dan Ceritakan Sedikit Tentang Diri Anda
| Source: https://newteachercenter.org/our-impact/ |
Dalam memulai
pembelajaran untuk pertama kali, perkenalan sangatlah penting. Memperkenalkan
diri menjadi hal yang penting ketika kita berada dalam suatu forum, terlebih lagi
di ruangan kelas yang mana kita menjadi sorotan utama di ruang tersebut.
Perkenalkan diri
anda sebagai seorang pendidik, dan sampaikan dengan penuh kehangatan sehingga
siswa-siswi merasa lebih akrab dengan “orang tua keduanya” setelah Ibu dan
Ayahnya di rumah.
Memperkenalkan
diri dengan penuh percaya diri dapat mengalihkan pandangan siswa yang tadinya
melamun atau bersendagurau dengan temannya menjadi terfokus kepada anda.
Ceritakan sedikit
tentang diri anda. Bagaimana anda bisa sampai seperti saat ini. Ceritakan
pengalaman-pengalaman yang menarik yang dapat meningkatkan fokus dan perhatian
siswa.
Terlebih lagi
dapat membangun siswa tersebut agar lebih semangat lagi dalam belajar. Guru
adalah figur bagi siswanya. Guru adalah Role
Models. Apa yang katakan guru, apa yang dilakukan guru, gestur tubuhnya dan
lain-lain, sedikit banyaknya akan diikuti dan ditiru olah siswa.
Apapun yang anda
ceritakan akan membuat siswa bersimpati terhadap anda dan lagi-lagi menambah
tingkat fokus siswa tersebut dan siap untuk menerima pelajaran.
5. 5. Kenalkan Pelajaran yang Akan Anda Ajarkan Nantinya
| Source: https://ideas.ted.com/too-many-teachers-in-the-us-are-struggling-to-get-by-heres-what-we-can-do-to-help/ |
Setelah kondisi
kelas kondusif dan semua siswa tertuju kepada anda, mulailah dengan mengenalkan
tugas anda berada di kelas untuk apa.
Mulailah dengan
hal-hal yang ringan yang mudah dimengerti oleh siswa.
Apabila anda
seorang guru SD, mulailah dengan menghadirkan sesuatu yang biasa mereka jumpai
sehari-hari di rumahnya, di lingkungan tempat main mereka, atau di sekolahnya.
Begitu pun dengan siswa SMP.
Apabila anda
seorang guru SMA/MA/Sederajat, mulailah dengan manfaat ilmu tersebut setelah
mereka keluar dapat digunakan untuk apa. Hadikan permasalahan-permasalah yang
mana jawabannya dapat diselesaikan dengan ilmu yang nanti akan mereka pelajari
bersama anda sebagai seorang guru.
Dalam bidang
fisika misalnya, hal yang dasar sekali yaitu tentang pengukuran yang mana
berkaitan dengan besaran dan satuan. Bagaimana apabila di dunia ini tidak ada
besaran dan satuan yang disepakati oleh dunia. Hadirkan alat ukur-alat ukur
yang biasa digunakan sehari-hari, dan sebagainya.
6. 6. Ceritakan Sisi Menarik Pelajaran Tersebut
| Source: https://www.graduateprogram.org/2019/08/5-skills-every-teacher-should-develop-in-2019/ |
Kembangkan apa
yang telah anda kerjakan pada poin nomor 5.
Setiap hal pasti
mempunyai sisi yang menarik di dalamnya. Setiap hal pasti mempunyai kelebihan
yang dapat diangkat yang mungkin menurut kita biasa saja namun menurut murid
anda hal tersebut sangat menarik perhatian mereka.
Bawa mereka ke
dalam kondisi dimana pelajaran ini (yang akan diajarkan) sangat penting dan
harus mereka pelajari.
Dengan begitu,
harapannya pada pertemuan selanjutnya anda lebih percaya diri dengan diri anda,
dan para peserta didik menantikan anda hadir lagi minggu depan dengan pelajaran
yang baru dan menarik.
Wallaahu a’lam
Demikian tips cara
memulai pembelajaran di kelas.
Semoga bermanfaat :)